Anak Yatim dan Dhuafa Ikut Khitan Gratis di Kediaman H Fathani

Tokoh masyarakat Lhokseumawe H.Fathani bersama Komunitas Jumat Barokah melakukan khitan massal gratis untuk puluhan anak yatim dan anak dhuafa dikediamannya di Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (9/7).

METROPOST.ID- Sekitar 70 anak yatim dan dhuafa mengikuti khitan gratis di kediaman H.Fathani selaku pengusaha sukses di Lhokseumawe, pada Selasa (9/7).

Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama H.Fathani yang juga Tokoh masyarakat Lhokseumawe dengan Komunitas Jumat Barokah serta juga turut di dukung oleh tim medis Master Khitan Master Nusantara, Mount Drink, Anita Stinker, Station.id dan unsur terkait lainnya.

H.Fathani kepada awak media menyebutkan, kegiatan sosial seperti ini sudah lama dilakukan untuk masyarakat kurang mampu di Lhokseumawe. Termasuk menggelar khitan gratis anak yatim anak warga dhuafa.

“Jadi walau saya sebagai Bacalon Walikota Lhokseumawe dalam Pilkada 2024, tapi kegiatan hari ini tidak ada unsur kepentingan politik, hanya semata-mata demi membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian kita,”kata H.Fathani.

Pemilik Station Coffee Premium Lhokseumawe ini menyampaikan, kegiatan sosial ini sudah termasuk agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun demi membantu masyarakat miskin dan anak yatim di Kota Lhokseumawe.

“Dalam setiap kegiatan rutin kita selalu bekerjasama dengan Komunitas Jum’at Barakoh, seperti membagikan makanan dan minuman gratis kepada masyarakat miskin dan pekerja kebersihan yang menyapu jalanan di Kota Lhokseumawe, serta menyantuni anak yatim dan kegiatan lainnya,”terang H.Fathani yang memiliki pabrik air minum dalam kemasan dengan merk Moun Drink dan Moun Aqua ini.

Menurut dia, untuk program Jumat Barokah pada tahun 2025, pihaknya akan kembali melaksanakan kegiatan sosial dengan jumlah peserta lebih banyak dari empat Kecamatan di Kota Lhokseumawe.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jumat Barokah Fevi Arif menyampaikan, sunatan massal gratis yang dilakukan tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Sunatan massal yang kita lakukan hari ini menggunakan metode medis modern terbaru, sehingga anak-anak yang dikhitan akan merasa nyaman dan tidak sakit serta cepat sembuh untuk kembali bersekolah tepat waktu,”katanya. (mp/m2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here